Jumat, 11 Desember 2009

Menanti periuk pecah

Malam langit merah, menanti hujan pecah
Dari periuk terhantam petir dan gemuruh suara
Kapan saja.

Di tanah lutut kutanam
Kepada Tuhan gemeretak doaku sirri
"Segerakan guyurMu"

Agar daun-daun dan tanah basah
Agar lututku ringan tercerabut
Agar tak berat langkah memercik

"Yang rapat sekalian"
Biar pungkas segala gelisah
Biar tandas ramal kutelan

Biar tak mampu kutebak,
Air yang dikecap lidah nanti
Jatuh dari langit,
atau dari mata

****** ****
:)

-te, soerabaia,11 Desember 2009-

Tidak ada komentar: