Karena belas kasih ombaklah, ia lalu terdorong ke tepi
Karena rasa syukur apilah, ia lantas terhangati
Karena kepatuhan mataharilah, ia kemudian tercahayai
Hingga di suatu pagi di tubir sunyi
Aku menemukannya tergolek telanjang tanpa nyali
Tangannya mendekap cawan yang ia sebut prasasti
Ah, aku tak percaya
Padanya tak ada huruf Caka atau tandatangan raja
Hanya cap bibir dengan warna lipstik kesayanganmu,
Ungu!
-te-
Selasa, 03 Agustus 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar