Selasa, 11 Agustus 2009

Saya Noordin!

Siapa di dalam?
Saya Nurdin!
-------------------------
Sejak itu saya menutup mata, menutup pendengaran dan ngeloyor pergi. Anehnya. mereka masih juga di sana, dengan peluru yang siap meluncur kapan saja pelatuknya ditarik. Berderet-deret, berbaju hitam, berkacamata hitam merk Oakley. Keren! Masuk tivi lagi!
Well, dear Reader.
Masuk akal ga' sih, kalo Itu si Nurdin emang bener-bener Noordin si Enemy of the State? buat saya, engga' banget!

Berikut ini adalah analisis ke-Noordin-an yang iseng-iseng muncul di benak saya.

1. Tempat persembunyian; itu teroris jaman kapan, terus sembunyi di tempat terpencil dan bebas plus mudah terjadi perang terbuka gitu? Seorang penjahat yang cerdas, tentu tahu pasukan jenis apa yang dihadapinya. Tentu saja tempat dengan pertahanan paling baik yang dicari, bukan rumah yang empat penjuru mata anginnya adalah persawahan.
Wak, ini Noordin Wak! Bukan Mat Pelor, si centeng kumpeni!

2. Saya Nurdin!; nah, ini paling konyol dan jelas menggambarkan kalau ini sama sekali bukan Noordin. Lagian pertanyaan "Siapa di dalam?", itu pertanyaan prosedural paling penting untuk dihapuskan. Kalau proses telisik sudah matang, kita pasti tahu siapa saja dibawah atap rumah itu, termasuk berapa jumlahnya, apa saja yang ada di dalamnya. Kok malah tanya siapa di dalam. Kalau saya yang di dalam pasti saya menjawab "Kucing!", atau "Luna Maya", "Ridho Rhoma", "Mbah Surip", "Mario Teguh" atau siapapun. Biar emosi skalian mereka semua yang mengepung.

Sementara dua analisis ini dulu ntar dilanjut kapan-kapan lagi. Ngantuk.

Harusnya ini belum layak tayang, tapi.... gapapa deh...

Tidak ada komentar: