Aku ingin hidup sederhana
Dengan tiang-tiang rumah sepi tanpa warna
Hingga aku bisa brsandar tanpa perlu takut menggores catnya
Dalam ruang sunyi tanpa cahaya
Kupilih kursi berkakitiga
sebelah lemari kayu warisan mertua
tuk sembunyi bila takut meraja
Kan kutulis sajak-sajak kesukaanmu
Pada dinding-dinding bambunya yang tua
---sebagai ganti rindu
Sengaja kubiarkan pintu terbuka
Sebagai makmumku atas doa
Demi kesediaanmu melewati kedua kakinya
Selasa, 11 November 2008
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar