Di suatu siang tiba-tiba Mindtrick-nya Jammie Cullum berkumandang dari telepon selular saya. Sebuah sambungan dari nomor yang sama sekali tidak saya kenal. Dengan baik sangka saya menerima panggilan itu. Begini detilnya:
Dia: "Hallo!! Teguh?!?! (menyeru dan seolah takut salah nomor)
Saya: "Ya" (g' pake salam lagi!)
Dia: "Eh, arek sing omahe dekat sekolah SD, sing jualan bensin iku sopo jenenge?"
Saya: "Lho sopo iki?!"
Dia: "Iki Vita konco SD mu!" (berikutnya "Dia" saya ganti dengan "Vita")
Saya: "Oooo..."
Saya: "Waduh sopo yo, wis suwe ga' mulih?!"
Vita: "Sopo?! Bana yo?!", dia menebak.
Saya: "Dudu', pekk!!", "Sopo yo?!", saya masih mencoba mengingat.
Saya: "Tio!!!", saya akhirnya menemukan namanya.
Vita dan Kawan2: "Iyo!!!" (mereka serempak, sepertinya diloudspeaker)
dan tut..tut...tuuut..., sambungannya diputus.
Dan saya masih melongo dengan segala tanda tanya dari seluruh dunia.
Berikutnya Vita mengirim sebuah SMS yang isinya mengajak saya dan kawan2 datang ke acara reuni SD.
Saya nothing to lose, yang penting iya saja. 24 Agustus 2008 jam 12 tet,rumah makan Sumatra.
Malam menggulung siang hingga 24 Agustus 2008 jam 12 tet pun tiba. Saya datang dengan roda dua paling setia dan berdandan casual (saya bingung juga harus berdandan apa waktu itu).
12.25, kalau saya digitalisasi jam dinding analog dalam RM Sumatra. Saya orang keempat yang hadir ketika itu. Hanya ada dua orang panitia dan satu orang pemain musik. Praktis, berarti saya adalah peserta pertama yang hadir. berikutnya, segelintir demi segelintir kawan2 berdatangan.
Hampir mereka semua tidak mengenali saya, saya dulu yang berperawakan kecil, rambut lurus dan tak terawat, kini menjelma seorang pangeran tegap, rambut ikal (karena seumur hidup ga' begitu suka nyisir :p) dan cakep. (asli, ini kata mereka lho!) hwehehe...
eh, kata Guru2 yang datang juga gitu. :D
Suasana cair dengan cepat, basa basi tuntas dan acara segera dimulai.
Karena pas SD dulu saya sempat langganan Juara kelas, saya pun didapuk menjadi juru bicara perwakilan dari peserta. Saya tidak banyak bicara, Buka dengan salam tutup dengan salam plus terimakasih.
Acara usai, guru2 yang diundang sudah pulang, kami mengingat masa kecil. Semua, tentang segala kelucuan, kenakalan, dan kekanak-kanakan kami.
Dia: "Hallo!! Teguh?!?! (menyeru dan seolah takut salah nomor)
Saya: "Ya" (g' pake salam lagi!)
Dia: "Eh, arek sing omahe dekat sekolah SD, sing jualan bensin iku sopo jenenge?"
Saya: "Lho sopo iki?!"
Dia: "Iki Vita konco SD mu!" (berikutnya "Dia" saya ganti dengan "Vita")
Saya: "Oooo..."
Saya: "Waduh sopo yo, wis suwe ga' mulih?!"
Vita: "Sopo?! Bana yo?!", dia menebak.
Saya: "Dudu', pekk!!", "Sopo yo?!", saya masih mencoba mengingat.
Saya: "Tio!!!", saya akhirnya menemukan namanya.
Vita dan Kawan2: "Iyo!!!" (mereka serempak, sepertinya diloudspeaker)
dan tut..tut...tuuut..., sambungannya diputus.
Dan saya masih melongo dengan segala tanda tanya dari seluruh dunia.
Berikutnya Vita mengirim sebuah SMS yang isinya mengajak saya dan kawan2 datang ke acara reuni SD.
Saya nothing to lose, yang penting iya saja. 24 Agustus 2008 jam 12 tet,rumah makan Sumatra.
Malam menggulung siang hingga 24 Agustus 2008 jam 12 tet pun tiba. Saya datang dengan roda dua paling setia dan berdandan casual (saya bingung juga harus berdandan apa waktu itu).
12.25, kalau saya digitalisasi jam dinding analog dalam RM Sumatra. Saya orang keempat yang hadir ketika itu. Hanya ada dua orang panitia dan satu orang pemain musik. Praktis, berarti saya adalah peserta pertama yang hadir. berikutnya, segelintir demi segelintir kawan2 berdatangan.
Hampir mereka semua tidak mengenali saya, saya dulu yang berperawakan kecil, rambut lurus dan tak terawat, kini menjelma seorang pangeran tegap, rambut ikal (karena seumur hidup ga' begitu suka nyisir :p) dan cakep. (asli, ini kata mereka lho!) hwehehe...
eh, kata Guru2 yang datang juga gitu. :D
Suasana cair dengan cepat, basa basi tuntas dan acara segera dimulai.
Karena pas SD dulu saya sempat langganan Juara kelas, saya pun didapuk menjadi juru bicara perwakilan dari peserta. Saya tidak banyak bicara, Buka dengan salam tutup dengan salam plus terimakasih.
Acara usai, guru2 yang diundang sudah pulang, kami mengingat masa kecil. Semua, tentang segala kelucuan, kenakalan, dan kekanak-kanakan kami.
Ternyata secara kepribadian mereka tidak banyak berubah, cara mereka berbicara, menyikapi perkataan oranglain, menghadapi orang yang lebih tua dan banyak lagi karakter yang telah dicampuri oleh kedewasaan pemikiran. Dari itu saya mendapati bahwa apa yang terjadi dimasa kecil secara dominan mempengaruhi karakter seseorang pada masa dewasanya. Hampir semua kawan yang saya lihat kembali ke masakecilnya, ternyata tidak jauh berbeda dengan apa yang saya nilai ketika itu. Teman saya yang sejak kecil jago berkelahi, sekarang penampilannya seperti preman. Yang dulu memang suka berdandan, sekarang anaknya sudah dua. (oops!)
Saya yang... Yang apa ya?!
Bisa bantu?!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar